Februari 8, 2016

Agenda Green Campus

Hari Jumat, 5 Februari 2015 di Universitas Sebelas Maret melakukan kegiatan yaitu penanaman pohon di area kampus. Kegiatan penanaman pohon ini dilakukan di wilayah Javanologi UNS yang terletak disamping GOR UNS.

DSC_4036persiapan penanaman pohon di Javanologi UNS

Dalam kegiatan ini anggota KS Biodiv ikut serta dalam penanaman pohon tersebut, selain dari KS Biodiv ada pula dari mahasiswa lainnya yang ikut berpartisipasi. kegiatan penanaman pohon ini dilaksanakan bersama dengan bapak ibu dosen Universitas Sebelas Maret, para karyawan serta beberapa mahasiswa dari berbagai fakultas. ada berbagai bibit pohon yang ditanam seperti bibit pohon kenari, damar, kemiri, dll. Dalam penanaman pohon ini diharapkan lingkungan kampus UNS semakin rindang dan sedikit menambah produksi oksigen di kampus UNS.

 

November 26, 2015

Ekspedisi Wukir Mahendra 2015

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

ALL CREW

Pertengahan tahun 2015 adalah waktu dimana kami melakukan Ekspedisi Wukir Mahendra untuk keduakalinya. Pada kegiatan ini, kami KS BIODIV bersama dengan KS Kepak Sayap melakukan inventarisasi dan memetakan potensi keanekaragaman hayati Gunung Lawu. Berbeda dengan tahun lalu, kali ini lokasi penelitian kami berada di lereng barat. Selain itu juga, kami melakukan pengkajian mengenai kehidupan sosial budaya masyarakat sekitar. Berawal dari proses penjaringan anggota yang kemudian diikuti dengan pembinaan latihan jasmani dan fisik, kami para anggota Kelompok Studi yang dinyatakan lolos kualifikasi kemudian dibagi menjadi beberapa tim berdasarkan tema kajian, yaitu Avifauna, Flora, Fauna dan Sosial Budaya. Selanjutnya pembinaan materi dilakukan secara bertahap selama satu bulan menuju hari H-pelaksanaan. Ekspedisi Wukir Mahendra 2015 dilaksanakan pada tanggal 7 – 14 Agustus 2015.

Jpeg

Pendakian Gunung Lawu

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Jejak Langkah EWM 2015

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tim Avifauna mengkaji mengenai burung, Tim Fauna mengkaji mengenai kupu-kupu, capung, reptil dan amfibi, Tim Flora mengkaji mengenai vegetasi hutan, anggrek, dan tumbuhan epifit (paku & lumut) serta Tim sosial budaya mengkaji sejarah, adat dan budaya masyarakat. Banyak hal menarik yang kami temukan pada ekspedisi ini, baik flora fauna maupun kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Hasil dari penelitian ini kemudian memunculkan ide-ide segar yang kami tuang menjadi beberapa makalah ilmiah dan siap dipublikasikan. Selama bulan September – November 2015 sudah 13 makalah hasil Ekspedisi Wukir Mahendra 2015 yang telah terpublikasi.

Diantaranya pada :

  1. International Conference, Contribution of History for Social Sciences and Humanities di Malang (Anindita Prabawati)
  2. International Conference on Life Sciences and Biotechnology Universitas Jember (Diagal Wisnu Pamungkas, Muhammad Arif Romadhon dan Euis Citra Ayu Ruspendi)
  3. Seminar Internasional dan Seminar Nasional Biodiversitas UNS Solo (Ulfah Hasanah, Agnes Audina Krisanti, Dafi Al-Anshori, Agika Manjaswari, Ayu Sulistiyaning Utami dan Fatimah Nur Hidayah)
  4. Seminar Biosains Universitas Udayana Bali (Winda Ika Maylani, Rekyan Galuh Witantri, Fendika Wahyu Pratama, Zenita Milla Lutfiyah dan Annisa Septiasari)

Divisi Riset dan Humas KSBIODIV

Tag:
Oktober 9, 2015

Buletin BIODIV : Edisi Khusus Fauna

Biodiv, bulletin of biodiversity edisi ke-2
link file : bit.ly/biodiv-vol2
Kurang lebih satu bulan yang lalu kami melakukan Ekspedisi Wukir Mahendra ke-2 di Lereng Barat Gunung Lawu. Sebagian dokumentasi kegiatan kami rangkum dalam buletin edisi khusus ini.

12074531_800476516730300_8696168501482007262_n

Sebuah karya kecil, namun semoga bermanfaat dan membawa angin segar dunia Biodiversitas dan Konservasi Alam dari Gunung Lawu.

September 12, 2015

Klaten Nagari Seribu Umbul

Jpeg

Umbur Tirtomulyani

Kali ini kami, Kelompok Studi Biodiversitas UNS Solo berkesempatan untuk menjelajahi kota Klaten di Provinsi Jawa Tengah. Bermaksud untuk menyibak rahasia biodiversitas yang tersimpan di sana. Kota Klaten yang sangat terkenal dengan sumber mata airnya yang melimpah, ternyata menyimpan begitu banyak keanekaragaman hayati. Kami melakukan inventarisasi keanekaragaman hayati dengan mengunjungi lokasi sumber mata air (umbul) di Klaten yang masih belum terdata dengan lengkap. Selama beberapa periode waktu kami mengumpulkan data dan menikmati keindahan yang berada di sekitar sumber mata air. Sungguh menyenangkan rasanya ketika kami menyambangi banyak sumber mata air disana. Ada beberapa sumber mata air yang sudah terkenal di Klaten seperti Umbul Ponggok, Umbul Cokro, Umbul Berintik, Umbul Tirtomulyani dan beberapa lainnya.

Kemudian pada Hari Senin, 31 Agustus 2015 kami bekerjasama dengan Institut Javanologi UNS Solo menggelar sarasehan budaya dan Semiloka dengan tema “Klaten Nagari Seribu Oemboel”. Pada acara tersebut dihadirkan beberapa pembicara yaitu Prof. Agus Purwanto (dosen Bahasa Jawa UNS), Prof. Said Teguh Widada (Sekretaris Senat UNS) dan Prof. Sugiyarto (dosen program studi Biologi FMIPA UNS dan pemerhati budaya). Acara tersebut diselenggarakan di kediaman Prof. Sugiyarto selaku pembimbing Kelompok Studi kami tepatnya di pelataran sumber air Surya Wening, Dukuh Gereh, Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko. Keberjalanan acara berlangsung dengan baik dan sangat berkesan.

Laman terkait : Mata Air Klaten

Divisi Humas dan Infokom KS BIODIV

September 5, 2015

Mencoba Hal yang Baru !

Seminar Herpetologi Universitas Brawijaya

Perhimpunan Herpetologi Indonesia (PHI) adalah suatu perhimpunan para ahli, peneliti, dan pemerhati herpetofauna (amphibi dan reptil) Indonesia. PHI memiliki dedikasi dan komitmen dalam melakukan upaya-upaya konservasi herpetofauna Indonesia dengan melakukan berbagai kegiatan diantaranya penelitian, pendidikan & pelatihan, serta pemanfaatan yang berkelanjutan. Seminar Nasional PHI yang diadakan setiap 2 tahun sekali ini memiliki peran penting dalam meningkatkan komunikasi dan koordinasi antar anggota dan pengurus, peningkatan pengetahuaan melalui kegiatan seminar, dan merumuskan program kerja konservasi di tahun selanjutnya, terutama menjawab tantangan menurunnya populasi global amphibi dan reptil.

DSC_0351

Windha dan Ulfah

DSC_0347

Bersama teman baru dari kelompok studi lainnya

Seminar Nasional Herpetologi tahun 2015 dilaksanakan di Universitas Brawijaya merupakan The 1st Symposium on South East Asia Herpetology and Envernomation (Seashe) in Conjunction with 4th Congress of Herpetology Society of Indonesia yang bertemakan “Species Diversity and Animal Bites in Emergency Medicine”. Seminar ini penting dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan pelestarian terhadap diversitas serta peranan herpetofauna didunia. Seminar ini dilaksanakan pada tanggal 28-30 Agustus 2015. Bentuk kegiatan yang dilakukan diantaranya seminar Internasional yang diisi oleh materi berbagai pembicara ahli di bidangnya, presentasi oral, presentasi hasil penelitian atau opini yang belum pernah diseminarkan atau dipublikasikan dan presentasi poster oleh para presentator baik mahasiswa ataupun peneliti handal dibidangnya.

Keynotes speaker yang diundang pada seminar ini diantaranya, Takeshi Igawa, Ph.D (Graduate School of International Development and Cooperation, Hiroshima University), Prof. Dr. Djoko Tjahjono Iskandar, M.Si (Sekolah Tinggi Ilmu Hayati, ITB), Dr. Khaidun Ismail (Medical Lecture &Emergency Physician, Nasional University of Malaysia), Prof. Eric Neison Smith, Ph.D (Department of Biology, University of Texas at Airlington), Dr. Aamir Hamidy (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Dr. Tri Maharani (Pakar gigitan ular dan toksikologi, Fakultas Kedokteran UNIBRAW), Dr.Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si (Dep. Konsevasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, IPB) dan Prof. Indraneil Das (Institute of Biodiversity and Environmental Conservation, Malaysia).

Pada seminar ini banyak dibahas tentang ular dan bisa akibat gigitannya yang harus diwaspadai, mengingat penawar bisa ular yang hanya ada satu di Indonesia. Sehingga seminar ini banyak memberi pengetahuan tentang cara menghidari bisa ular dan jenis-jenis ular di  Indonesia apa saja yang bisanya sangat mematikan. Selain itu tidak sedikit dibahas tentang hubungannya identifikasi spesies secara molekuler. Dalam seminar ini dibagi menjadi dua kelas yang membahas dua topic yang berbedanya yaitu tentang herpetology track yang membahas tentang spesies herpet yang ditemui sedangkan kelas envenomation track membahas tentang bisa-bisa ular dan cara mengatasinya.

Pada seminar ini KS Biodiv mengirimkan 2 orang perwakilan sebagai peserta seminar dan peserta presentasi poster, yaitu Windha Ika Maylani dan Ulfah Hasanah. Kami membawa satu makalah dalam bentuk poster yang dipresentasikan oleh Ulfah Hasanah. Kami juga melihat banyak hasil-hasil penelitian yang tidak kalah baiknya dari penelitian kami. Poster kami bercerita tentang populasi Calotes.

Selama pelaksanaan kami banyak bertemu dengan peneliti-peneliti hebat dibidangnya, seperti bapak Djoko Iskandar ahli di bidang reptile dan amphibi, dengan beliau kami diberi pengetahuan tentang penelitian mula mengenai amphibi yang menurutnya bagus untuk kami para peneiti mula. Kemudian kami bertemu ibu Mirza Kusrini yang ahli dibidang amphibi. Bersama beliau kami banyak sharing tentang ekspedisi kami, kemudian kami diberi ilmu-ilmu penting seputar amphibi dan kami diperbolehkan meminta buku identifikasi amphi nya, untuk kami belajar. Kami bertemu dengan peneliti luar negeri yang datang ke Indonesia untuk mengetahui amphibi dan reptile di Indonesia. Kami juga bertemu dengan bapak Amir, seorang peneliti LIPI yang banyak mengerti tentang Herpetofauna sekaligus ketua dari perhimpunan Herpetofauna Indonesia.  Selain itu kami juga bertemu dengan para mahasiswa yang sudah banyak melakukan penelitian di bidang herpetofauna sehingga kami banyak belajar bersama, mendengarkan pengalaman mereka dan menarik ilmu-ilmu yang mereka pelajari.

Sampai pada puncak acara hari kedua, pada acara congress ke 4 Herpetofauna. Congress tersebut membicarakan tentang keberlanjutan symposium kedepannya. Symposium ini akan diadakan kembali 2 tahun yang akan datang, bertempat di Universitas Padjajaran, Bandung dan sudah disepakati oleh forum. Serta membicarakan tentang pemilihan para relawan PHI yang berkenan untuk mengisi warta PHI kedepannya.

Windha Maylani | Angkatan 5

September 1, 2015

Camp Conservation

Salam Lestari!

11260702_955082731217055_720399446_o

Keanekaragaman hayati yang terdapat di alam perlu dilestarikan. Langkah untuk melestarikan alam adalah konservasi. Apakah kalian bersemangat untuk melakukan konservasi? Ingin mengenal lebih jauh mengenai konservasi satwa dan serangga, konservasi lingkungan serta habitat? Tertarik dengan lomba fotografi dan suasana malam dengan api unggun yang menyenangkan? If so, let’s join our activity! “Camp Conservation”!!! Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :

Hari/tanggal    : Sabtu-Minggu, 10-11 Oktober 2015

Tempat            : Tlaga Madirda, Tawangmangu

Acara ini akan dihadiri oleh pembicara yang keren-keren loh! Mau tau siapa aja pembicaranya? Mereka adalah COP (Center of Orang Utan Protection) yang berkonsentrasi pada hak perlindungan kehidupan orang utan, kemudian IDS (Indonesia Dragonfly Society) yang merupakan komunitas pencinta Odonata (capung) di Indonesia dan Prof. Dr. Sugiarto, M.Si yang merupakan Guru Besar Universitas Sebelas Maret di bidang biologi konservasi. Tidak ketinggalan, banyak games yang menarik di dalamnya juga nih! Ayo buruan, ikutan yah bagi kalian yang tertarik dan ajak temanmu. Pendaftaran dilakukan dengan mengirimkan sms dengan format pendaftaran ke contact person yang tertera.

Format pendaftaran : nama_fakultas/jurusan­_asal_no.tlp yang dapat dihubungi

Info lebih lanjut dapat menghubungi Putri (08985891376) atau Evy (087835477291).

Salam Konservasi!!!

Divisi Konservasi KSBIODIV

%d blogger menyukai ini: