Pendakian Massal 2016

Jumat (11/3) sampai minggu (13/3) KS BIODIV melaksanakan pendakian masal sebagai salah satu rangkaian acara HUT KS BIODIV yang ke 13 tahun. Gunung Lawu dipilih sebagai tujuan pendakian masal tahun ini. Persiapan yang dilakukan sebelum pendakian masal ke gunung lawu adalah persiapan logistik, transportasi, persiapan perlengkapan seperti tenda, nesting , perlengkapan pribadi lainnya dan bimbingan jasmani. Bimbingan jasmani diperlukan untuk melatih fisik selama perjalanan menuju gunung Lawu. Pendakian masal yang diikuti 31 orang dibagi menjadi 3 kloter sedangkan untuk jalur menggunakan 2 jalur yaitu jalur cemoro sewu sebagai jalur start pendakian dan cemoro kandang sebagai jalur finish pendakian.

Perjalanan dimulai jumat sore pukul 17.00 wib menuju penginapan yang berada di dekat cemoro sewu. Diawali dengan doa, kloter 1 mengawali perjalanan disusul dengan kloter 2 dan kloter 3. Perjalanan menggunakan sepeda motor dan sampai di penginapan sekitar pukul 19.00 wib. Sesampainya di penginapan, para peserta menghabiskan waktu untuk makan malam bersama, brifing acara dan istirahat.

Sabtu pagi (12/3), semua peserta bersiap untuk melakukan pendakian masal. Pukul 08.00 wib peserta berkumpul di gerbang cemoro sewu. Perjalanan diawali doa dan brifing kemudian kloter 1 membuka start pendakian masal disusul kloter 2 dan diakhiri kloter 3. Perjalanan ditempuh dengan jarak 7 Km dan terbagi atas 5 pos. Perjalanan dari basecamp menuju pos 1 terhitung paling berat karena para pendaki mulai beradaptasi dengan lingkungan sekitar yang kandungan oksigennya semakin tipis,selain itu pengaturan nafas dan langkah kaki juga perlu diperhatikan apalagi bagi yang masih awam mendaki gunung. Dari pos 1 menuju pos 2 merupakan pos terpanjang melalui jalur cemoro sewu, tak khayal banyak dari peserta kelelahan namun keinginan untuk segera sampai ke pos selanjutnya dan merayakan ulang tahun di puncak gunung Lawu menjadi semangat tersendiri. Dari pos 2 ke pos 3, perjalanan dibarengi dengan hujan gerimis. Selain itu terlihat sisa kebakaran hutan di lereng gunung Lawu yang menggambarkan kurang pedulinya para pendaki dalam menjaga lingkungan sekitar khususnya membawa sampah yang mudah terbakar. Perjalanan dari pos 3 menuju pos 4, track yang disajikan adalah titian tangga batu. Jalur yang sempit dikelilingi jurang membuat hanya bisa dilewati oleh satu jalur saja. Bertemu dengan para pendaki lain dan saling menyemangati merupakan kekuatan tersendiri untuk segera menuju puncak. Perjalanan menuju pos 5,track yang disajikan sudah mulai landai namun hujan lebat membuat peserta harus bergegas agar tidak kedinginan. Terlihat burung jalak lawu bewarna khas orange kecoklatan sedang bermain disekitar semak semak. Sesampainya di pos 5, peserta meneruskan perjalanan menuju argo dalem dan berencana bermalam disana.

Peserta sampai di argo dalem pukul 18.00 wib, sebagian ada yang bermalam di warung mbok yem dan sebagiannya lagi ada yang mendirikan tenda. Di argo dalem,peserta menghabiskan waktu dengan memasak untuk makan malam, mendirikan tenda,dan beristirahat. Keesokan harinya (13/3),pukul 07.00 wib peserta start mendaki dari argo dalem menuju puncak argo dumilah. Track yang disajikan berbeda dengan track cemoro sewu. Didominasi tanah dan pasir mebuat peserta harus berhati hati memijakkan kaki. Perjalanan ini menjadi perjalanan melelahakan, namun semua terbayar ketika sampai di argo dumilah. Pukul 08.00 wib peserta sampai di argo dumilah. Dipimpin kepala suku biodiv Deby fajar lestari, kue tart dipotong dan peserta mengucap harapan untuk ks biodiv kedepan. Semakin solid, perbanyakan publikasi dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar adalah salah satu harapan peserta untuk ks biodiv.

Pukul 09.00 wib peserta turun menuju argo dalem. Acara dilanjutkan dengan sarapan dan berkemas. Pukul 11.00 wib peserta menuruni gunung Lawu. Peserta melewati jalur cemoro kandang yang didominasi dataran landai dan tanah berpasir. Tak khayal mebuat peserta banyak yang jatuh dan terpeleset.Bau khas kawah belerang juga tercium selama perjalanan. Hampir sama dengan jalur cemoro sewu, sisa kebakaran hutan lereng gunung lawu masih terlihat hanya saja pada jalur ini sudah mulai ditumbuhi lumut sehingga tidak terlihat terlalu gersang. Peserta sampai di bascame pukul 18.00 wib. Usai sudah acara pendakian masal dalam rangka ulang tahun biodiv yang ke 13 tahun. Semoga KS biodiv semakin luas mengembangkankan sayapnya di dunia penelitian dan semakin bermanfat bagi lingkungan sekitar.Salam lestari?!!! Salam konservasi?!!!

Adinda | Angkatan IV

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: